GEOLOGI REGIONAL DAERAH LAINEA
1. Geomorfologi Regional
Berdasarkan relief ketinggian batuan penyusun penyusun dan stadia wilayah,daerah Lainea kabupaten Konawe Selatan secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua satuan yaitu :
· Satuan perbukitan rendah
Satuan ini terdiri atas bukit-bukit kecil dan rendah dengan morfologi yang bergelombang. Batuan penyusun satuan ini terutama batuan sedimen klastika Mesozoikum dan Tersiier ( Surono,2013 ).
· Satuan Perbukitan Tinggi
Satuan ini terdiri atas bukit-bukit yang mencapai ketinggian 500 meter Dpl dengan morfologi dasar penyusun batuan ini adalah berupa batuan Berklastika Mesozoikum dan tersier.
Daerah lainea juga tersusun oleh satuan morfologi pedataran yang tersebar cukup luas. Satuan ini menempati sekitar 25% dari keseluruhan wilayah. Satuan morfologi pedataran dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai lahan persawahan.
2. Stratigrafi
Secara regional di daerah penelitan adalah Mandala Sulawesi Timur dicirikan oleh gabungan batuan Ultramafik, sherpentinit, Diorit, Lherzlolit, Harzburgit, Gabro, Basalt, Mafik dan Magnetit. Batuan Malihan secara tak selaras ditindih oleh batuan sedimen klastika yaitu formasi meluhu dan sedimen karbonat formasi Laonti. Keduanya diperkirakan berumur Trias akhir hingga Jura awal. Formasi Laonti terdiri atas Batugamping hablur bersisipan filit dibagian bawahnya dan sisipan batugampng hablur.
Secara detail daerah Lainea dapat dikatakan atau dikelompokkan menjadi beberapa satuan. Satuan yang terdiri dari batuan tua ke batuan lebih muda adalah sebagai berikut :
· Satuan batupasir malih
Satuan batuan ini tersebar didaerah lainea terdiri atas batupasir termalihkan dengan berbagai ariasi ukuran butir yaitu Filit, Batusabak, dan Kuarsit. Satuan ini telah mengalami tektonik yang sangat kuat dan berulang ulang, hal ini diperlihatkan dengan keadaan sekarang yaitu umumnya terlipat,terkekarkan, tersesarkan. Selain itu hampir seluruh singkapan yang dijumpai mengalami perombakan yang kuat. Berdasarkan ciri fisik yang dijumpai satuan ini dapat dsandingkan dengan formasi meluhu berumur trias akhir. Satuan ini memiliki ketebalan tidak kurang dari 1000 m.
· Satuan Batugamping Malih dan Ultrabasa
Satuan Batugamping Malih dan Ultrabasa ksusunya tersbear dibagian Lainea. Satuan ini terdiri dari peridotit, Dunit, Gabro, Sherpentinit, Basalt. Secara Umum, Satuan Ultrabasa ini telah mengalami pelapukan yang kuat, sehingga soil disekitar daeah yang tersusun oleh batuan ini sangat tebal. Batuan ultrabasa ini diperkirakan merupakan batuan tertua dari alas dimandala Sulawesi Timur ( Surono,2013 ).
3. Struktur
Struktur Geologi yang terbentuk di Daerah Lainea beradah relatif barat laut tenggara yang merupakan pengarah dari aktivitaspalukoro dan pertumbukan jalur tektonik palu Mekongga ( Surono,2013 ).
